{"id":620,"date":"2026-01-05T09:32:26","date_gmt":"2026-01-05T02:32:26","guid":{"rendered":"https:\/\/penerbit.sanabil.or.id\/?p=620"},"modified":"2026-01-05T09:35:04","modified_gmt":"2026-01-05T02:35:04","slug":"kearifan-lokal-gresik-tantangan-pendidikan-kontekstual-dan-implikasinya-dengan-pendidikan-karakter-istiqamah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/penerbit.sanabil.or.id\/?p=620","title":{"rendered":"Kearifan Lokal Gresik: Tantangan Pendidikan Kontekstual dan implikasinya dengan Pendidikan Karakter Istiqamah."},"content":{"rendered":"\n<p class=\"has-medium-font-size wp-block-paragraph\"><br><br><strong>(Oleh: Dr. Abd. Rohim, M.M., Dosen Institut Muslim Cendekia Sukabumi)<\/strong><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"640\" height=\"640\" src=\"https:\/\/penerbit.sanabil.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/abd-rohim.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-623\" style=\"width:246px;height:auto\" srcset=\"https:\/\/penerbit.sanabil.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/abd-rohim.jpeg 640w, https:\/\/penerbit.sanabil.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/abd-rohim-300x300.jpeg 300w, https:\/\/penerbit.sanabil.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/abd-rohim-150x150.jpeg 150w, https:\/\/penerbit.sanabil.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/abd-rohim-230x230.jpeg 230w, https:\/\/penerbit.sanabil.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/abd-rohim-365x365.jpeg 365w\" sizes=\"auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-left wp-block-paragraph\">Kearifan lokal merupakan seperangkat nilai, makna, dan pandangan hidup yang tumbuh dari pengalaman panjang suatu masyarakat dalam berinteraksi dengan lingkungan sosial, budaya, dan spiritualnya. Di Gresik, kearifan lokal tidak hanya hidup dalam praktik sosial sehari-hari, tetapi juga terpatri kuat dalam sejarah dan asal-usul penamaan desa-desa. Tradisi penamaan wilayah ini menyimpan pesan moral yang kaya dan relevan untuk diwariskan kepada generasi muda.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-left wp-block-paragraph\">Asal-usul penamaan daerah seperti Gresik, Suci, Trate, Karangpoh, Manyar, Selusin, Mojotengah, Kemangi, Sukowati, Sidokumpul, Pegundan, Sidorejo, Raci Wetan, Kisik, dan sejumlah desa lainnya menunjukkan pola yang khas: wilayah dinamai berdasarkan peristiwa, kondisi alam, atau pengalaman kolektif masyarakat yang pertama kali menempatinya. Tradisi ini mengandung nilai rasa memiliki terhadap ruang hidup, kesadaran untuk melestarikan lingkungan dan budaya, serta tanggung jawab untuk mengembangkan daerah agar tetap berdaya guna bagi generasi berikutnya. Nilai-nilai tersebut sesungguhnya merupakan modal sosial yang sangat berharga bagi masyarakat Gresik dalam membangun identitas lokal dan kecintaan terhadap daerahnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-left wp-block-paragraph\">Di sisi lain, asal-usul beberapa desa lain seperti Gumeng, Abar-abir, Kebomas, dan Mojopurowetan merepresentasikan kearifan lokal yang berakar pada nilai spiritualitas dan perjuangan. Kisah tentang kesaktian yang digunakan untuk kemaslahatan umat, kegigihan, serta kesabaran dalam menyebarkan ajaran Islam menggambarkan bahwa kekuatan\u2014baik fisik maupun simbolik\u2014harus diarahkan pada tujuan etis dan sosial, bukan kepentingan pribadi. Nilai ini sejalan dengan karakter religius masyarakat Gresik yang sejak awal dikenal sebagai pusat dakwah dan pendidikan Islam.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-left wp-block-paragraph\">Sementara itu, asal-usul Desa Sukorejo menampilkan tradisi keilmuan yang khas: menuntut ilmu kepada seorang ulama, membangun ikatan kepercayaan, lalu melanjutkan kepemimpinan pesantren. Tradisi ini mencerminkan nilai kesungguhan dalam belajar, penghormatan kepada guru, dan regenerasi kepemimpinan berbasis ilmu. Nilai serupa juga tampak dalam kisah Desa Masangan yang menonjolkan kepemimpinan, tanggung jawab, dan keberanian, serta Desa Bungah yang mengajarkan pentingnya menuntut ilmu, bekerja keras, dan konsistensi dalam berbuat baik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-left wp-block-paragraph\">Pertanyaannya kemudian, sejauh mana kekayaan nilai ini dihadirkan dalam sistem pendidikan di Gresik? Sayangnya, pendidikan formal sering kali berjalan terpisah dari konteks lokalnya. Kurikulum lebih menekankan capaian kognitif, sementara kearifan lokal yang dekat dengan kehidupan peserta didik justru kurang mendapat ruang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-left wp-block-paragraph\">Padahal, nilai-nilai kearifan lokal Gresik dapat diimplementasikan secara sistematis dalam pendidikan daerah.<br>Pertama, melalui <strong>pembelajaran kontekstual<\/strong>, guru dapat menggunakan asal-usul desa dan sejarah lokal sebagai sumber belajar dalam mata pelajaran IPS, PAI, Bahasa Indonesia, maupun muatan lokal. Peserta didik tidak hanya menghafal, tetapi memahami nilai rasa memiliki, kepemimpinan, keilmuan, dan etika sosial dari lingkungan terdekat mereka.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-left wp-block-paragraph\">Kedua, nilai seperti kegigihan, kesabaran, tanggung jawab, dan kepemimpinan dapat diintegrasikan dalam <strong>pendidikan karakter berbasis proyek<\/strong>. Misalnya, siswa diajak melakukan proyek pelestarian lingkungan desa, penelusuran sejarah kampung, atau dokumentasi tokoh lokal. Dengan cara ini, pendidikan tidak hanya membentuk pengetahuan, tetapi juga sikap dan kepedulian sosial.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-left wp-block-paragraph\">Ketiga, tradisi keilmuan dan religiusitas lokal dapat diperkuat melalui kolaborasi antara sekolah, pesantren, dan tokoh masyarakat. Model ini akan mempertemukan pendidikan formal dengan nilai-nilai santri, keilmuan, dan keteladanan moral yang telah lama menjadi identitas Gresik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-left wp-block-paragraph\">Dengan mengintegrasikan kearifan lokal ke dalam sistem pendidikan, Gresik tidak hanya mencetak generasi yang cerdas secara akademik, tetapi juga berakar pada nilai, sejarah, dan tanggung jawab sosialnya. Pendidikan semacam inilah yang mampu menjaga kesinambungan identitas lokal di tengah arus modernisasi dan industrialisasi yang kian kuat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-left wp-block-paragraph\">Salah satu tantangan terbesar pendidikan saat ini bukan sekadar mencetak peserta didik yang cerdas, melainkan membentuk pribadi yang konsisten dalam nilai, teguh dalam prinsip, dan berkelanjutan dalam kebaikan. Dalam tradisi Islam, karakter ini dikenal sebagai <em>istiqamah<\/em>. Menariknya, nilai istiqamah sesungguhnya telah lama hidup dalam kearifan lokal masyarakat Gresik, meskipun tidak selalu disebut secara terminologis.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-left wp-block-paragraph\">Kearifan lokal Gresik, yang terpantri dalam asal-usul penamaan desa-desa, merekam pengalaman panjang masyarakat dalam menjaga keberlanjutan hidup. Tradisi menamai wilayah berdasarkan peristiwa, kondisi alam, atau pengalaman kolektif bukan sekadar penanda geografis, melainkan pengingat moral agar generasi berikutnya tetap setia merawat, melestarikan, dan mengembangkan daerahnya. Nilai rasa memiliki dan tanggung jawab yang diwariskan ini merupakan wujud istiqamah sosial: konsistensi masyarakat dalam menjaga identitas dan ruang hidupnya dari waktu ke waktu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-left wp-block-paragraph\">Kisah asal-usul desa seperti Gumeng, Abar-abir, Kebomas, dan Mojopurowetan yang menekankan kegigihan, kesabaran, dan penggunaan kesaktian untuk kemaslahatan umat mencerminkan istiqamah dalam perjuangan. Dakwah dan pengabdian tidak dilakukan secara instan, melainkan melalui proses panjang yang menuntut keteguhan hati dan kesetiaan pada tujuan. Dalam konteks ini, istiqamah bukan sekadar ketahanan individu, tetapi komitmen moral kolektif untuk terus berbuat baik meskipun menghadapi tantangan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-left wp-block-paragraph\">Nilai istiqamah juga tercermin kuat dalam tradisi keilmuan Desa Sukorejo. Proses menuntut ilmu kepada seorang ulama, membangun kedekatan spiritual dan intelektual, hingga melanjutkan kepemimpinan pesantren menunjukkan kesinambungan nilai dan tanggung jawab lintas generasi. Keilmuan tidak dipahami sebagai capaian sesaat, melainkan sebagai jalan hidup yang dijalani secara konsisten. Demikian pula kisah Desa Masangan dan Bungah yang mengajarkan kepemimpinan, keberanian, kerja keras, dan kebiasaan berbuat baik sebagai praktik nilai yang dijaga terus-menerus, bukan sekadar simbol.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-left wp-block-paragraph\">Dalam konteks pendidikan di Gresik, kearifan lokal ini menyediakan fondasi konkret untuk menanamkan karakter istiqamah. Pendidikan tidak cukup hanya mengajarkan definisi istiqamah secara normatif, tetapi perlu menghadirkannya sebagai pengalaman hidup. Melalui pembelajaran kontekstual berbasis sejarah dan budaya lokal, peserta didik dapat melihat bagaimana nilai istiqamah dipraktikkan oleh masyarakatnya sendiri dalam rentang waktu yang panjang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-left wp-block-paragraph\">Implementasinya dapat dilakukan dengan menjadikan kisah asal-usul desa sebagai sumber pembelajaran karakter. Peserta didik diajak memahami bahwa menjaga lingkungan, disiplin belajar, menghormati guru, dan berkomitmen pada tanggung jawab sosial merupakan bentuk istiqamah yang nyata. Proyek pendidikan berbasis komunitas\u2014seperti pelestarian situs sejarah, pendokumentasian tradisi lokal, atau kegiatan sosial berkelanjutan\u2014akan melatih siswa untuk setia pada proses, bukan hanya mengejar hasil.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-left wp-block-paragraph\">Dengan demikian, karakter istiqamah tidak diajarkan sebagai konsep abstrak, melainkan ditanamkan melalui keteladanan budaya dan praktik sosial yang telah mengakar di Gresik. Pendidikan yang berpijak pada kearifan lokal ini berpotensi melahirkan generasi yang tidak mudah goyah oleh perubahan zaman: generasi yang adaptif terhadap modernitas, tetapi tetap teguh memegang nilai, konsisten dalam kebaikan, dan berkelanjutan dalam pengabdian. Inilah makna istiqamah yang sesungguhnya\u2014berjalan maju tanpa kehilangan arah, dan berubah tanpa meninggalkan jati diri.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><br>Referensi:<br><br>Rosidin, 2015, The Harmony Values in Local Wisdoms of Bawean Gresik People, Jurnal \u201cAl-Qalam\u201d Volume 21 Nomor 1 Juni 2015<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dewi Suprobowati, Mulus Sugiharto, Miskan, (2022), Strategi Pengembangan Desa Wisata Kreatif Berbasis Masyarakat Kearifan Lokal Hendrosari Gresik, Jurnal Ilmiah Manajemen Publik dan Kebijakan Sosial &#8211; Vol. 6 No. 1 Tahun 2022<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Yeni Rahmawati, Wiryanto, Neni Mariana, Hendratno, Nurul Istiq\u2019faroh, (2025), Eksplorasi Damar Kurung Sebagai&nbsp; Kearifan Lokal Kabupaten Gresik, JURNAL PERSEDA VOL. 8, NO. 1,&nbsp; APRIL 2025<br><br>Putut Handoko, Cahyaningsih Pujimahanani, (2017), Laporan Penelitian Hibah Penelitian Dosen Program Studi Universitas Dr.Soetomo, Program Studi Sastra Inggris Fakultas Sastra Universitas Dr. Soetomo Surabaya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Oleh: Dr. Abd. Rohim, M.M., Dosen Institut Muslim Cendekia Sukabumi) Kearifan lokal merupakan seperangkat nilai, makna, dan pandangan hidup yang tumbuh dari pengalaman panjang suatu masyarakat dalam berinteraksi dengan lingkungan sosial, budaya, dan spiritualnya. Di Gresik, kearifan lokal tidak hanya<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-620","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-tak-berkategori"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.0 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Kearifan Lokal Gresik: Tantangan Pendidikan Kontekstual dan implikasinya dengan Pendidikan Karakter Istiqamah. - Penerbit Yayasan Sanabil Muslimin Indonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/penerbit.sanabil.or.id\/?p=620\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kearifan Lokal Gresik: Tantangan Pendidikan Kontekstual dan implikasinya dengan Pendidikan Karakter Istiqamah. - Penerbit Yayasan Sanabil Muslimin Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"(Oleh: Dr. Abd. Rohim, M.M., Dosen Institut Muslim Cendekia Sukabumi) Kearifan lokal merupakan seperangkat nilai, makna, dan pandangan hidup yang tumbuh dari pengalaman panjang suatu masyarakat dalam berinteraksi dengan lingkungan sosial, budaya, dan spiritualnya. Di Gresik, kearifan lokal tidak hanya\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/penerbit.sanabil.or.id\/?p=620\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Penerbit Yayasan Sanabil Muslimin Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-01-05T02:32:26+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-01-05T02:35:04+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/penerbit.sanabil.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/abd-rohim.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"640\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"640\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/penerbit.sanabil.or.id\/?p=620#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/penerbit.sanabil.or.id\/?p=620\"},\"author\":{\"name\":\"admin\",\"@id\":\"https:\/\/penerbit.sanabil.or.id\/#\/schema\/person\/2c416ac56103ce0a1f4ac6ce0281258d\"},\"headline\":\"Kearifan Lokal Gresik: Tantangan Pendidikan Kontekstual dan implikasinya dengan Pendidikan Karakter Istiqamah.\",\"datePublished\":\"2026-01-05T02:32:26+00:00\",\"dateModified\":\"2026-01-05T02:35:04+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/penerbit.sanabil.or.id\/?p=620\"},\"wordCount\":1070,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/penerbit.sanabil.or.id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/penerbit.sanabil.or.id\/?p=620#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/penerbit.sanabil.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/abd-rohim.jpeg\",\"articleSection\":[\"Kolom Opini Penulis\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/penerbit.sanabil.or.id\/?p=620#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/penerbit.sanabil.or.id\/?p=620\",\"url\":\"https:\/\/penerbit.sanabil.or.id\/?p=620\",\"name\":\"Kearifan Lokal Gresik: Tantangan Pendidikan Kontekstual dan implikasinya dengan Pendidikan Karakter Istiqamah. - Penerbit Yayasan Sanabil Muslimin Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/penerbit.sanabil.or.id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/penerbit.sanabil.or.id\/?p=620#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/penerbit.sanabil.or.id\/?p=620#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/penerbit.sanabil.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/abd-rohim.jpeg\",\"datePublished\":\"2026-01-05T02:32:26+00:00\",\"dateModified\":\"2026-01-05T02:35:04+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/penerbit.sanabil.or.id\/?p=620#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/penerbit.sanabil.or.id\/?p=620\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/penerbit.sanabil.or.id\/?p=620#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/penerbit.sanabil.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/abd-rohim.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/penerbit.sanabil.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/abd-rohim.jpeg\",\"width\":640,\"height\":640},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/penerbit.sanabil.or.id\/?p=620#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/penerbit.sanabil.or.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kearifan Lokal Gresik: Tantangan Pendidikan Kontekstual dan implikasinya dengan Pendidikan Karakter Istiqamah.\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/penerbit.sanabil.or.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/penerbit.sanabil.or.id\/\",\"name\":\"Penerbit Yayasan Sanabil Muslimin Indonesia\",\"description\":\"Visi Kami &quot;Membangun Peradaban Melalui Publikasi&quot;\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/penerbit.sanabil.or.id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/penerbit.sanabil.or.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/penerbit.sanabil.or.id\/#organization\",\"name\":\"Penerbit Yayasan Sanabil Muslimin Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/penerbit.sanabil.or.id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/penerbit.sanabil.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/penerbit.sanabil.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/cropped-LOGO-2-1.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/penerbit.sanabil.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/cropped-LOGO-2-1.png\",\"width\":50,\"height\":50,\"caption\":\"Penerbit Yayasan Sanabil Muslimin Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/penerbit.sanabil.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/penerbit.sanabil.or.id\/#\/schema\/person\/2c416ac56103ce0a1f4ac6ce0281258d\",\"name\":\"admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/penerbit.sanabil.or.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/f4f5b8ed4e54bd717c0981864d4381525a84363d406a2d601b5e512ccd40f950?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/f4f5b8ed4e54bd717c0981864d4381525a84363d406a2d601b5e512ccd40f950?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin\"},\"description\":\"RF\",\"sameAs\":[\"https:\/\/penerbit.sanabil.or.id\"],\"url\":\"https:\/\/penerbit.sanabil.or.id\/?author=1\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kearifan Lokal Gresik: Tantangan Pendidikan Kontekstual dan implikasinya dengan Pendidikan Karakter Istiqamah. - Penerbit Yayasan Sanabil Muslimin Indonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/penerbit.sanabil.or.id\/?p=620","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Kearifan Lokal Gresik: Tantangan Pendidikan Kontekstual dan implikasinya dengan Pendidikan Karakter Istiqamah. - Penerbit Yayasan Sanabil Muslimin Indonesia","og_description":"(Oleh: Dr. Abd. Rohim, M.M., Dosen Institut Muslim Cendekia Sukabumi) Kearifan lokal merupakan seperangkat nilai, makna, dan pandangan hidup yang tumbuh dari pengalaman panjang suatu masyarakat dalam berinteraksi dengan lingkungan sosial, budaya, dan spiritualnya. Di Gresik, kearifan lokal tidak hanya","og_url":"https:\/\/penerbit.sanabil.or.id\/?p=620","og_site_name":"Penerbit Yayasan Sanabil Muslimin Indonesia","article_published_time":"2026-01-05T02:32:26+00:00","article_modified_time":"2026-01-05T02:35:04+00:00","og_image":[{"width":640,"height":640,"url":"https:\/\/penerbit.sanabil.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/abd-rohim.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/penerbit.sanabil.or.id\/?p=620#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/penerbit.sanabil.or.id\/?p=620"},"author":{"name":"admin","@id":"https:\/\/penerbit.sanabil.or.id\/#\/schema\/person\/2c416ac56103ce0a1f4ac6ce0281258d"},"headline":"Kearifan Lokal Gresik: Tantangan Pendidikan Kontekstual dan implikasinya dengan Pendidikan Karakter Istiqamah.","datePublished":"2026-01-05T02:32:26+00:00","dateModified":"2026-01-05T02:35:04+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/penerbit.sanabil.or.id\/?p=620"},"wordCount":1070,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/penerbit.sanabil.or.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/penerbit.sanabil.or.id\/?p=620#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/penerbit.sanabil.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/abd-rohim.jpeg","articleSection":["Kolom Opini Penulis"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/penerbit.sanabil.or.id\/?p=620#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/penerbit.sanabil.or.id\/?p=620","url":"https:\/\/penerbit.sanabil.or.id\/?p=620","name":"Kearifan Lokal Gresik: Tantangan Pendidikan Kontekstual dan implikasinya dengan Pendidikan Karakter Istiqamah. - Penerbit Yayasan Sanabil Muslimin Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/penerbit.sanabil.or.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/penerbit.sanabil.or.id\/?p=620#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/penerbit.sanabil.or.id\/?p=620#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/penerbit.sanabil.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/abd-rohim.jpeg","datePublished":"2026-01-05T02:32:26+00:00","dateModified":"2026-01-05T02:35:04+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/penerbit.sanabil.or.id\/?p=620#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/penerbit.sanabil.or.id\/?p=620"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/penerbit.sanabil.or.id\/?p=620#primaryimage","url":"https:\/\/penerbit.sanabil.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/abd-rohim.jpeg","contentUrl":"https:\/\/penerbit.sanabil.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/abd-rohim.jpeg","width":640,"height":640},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/penerbit.sanabil.or.id\/?p=620#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/penerbit.sanabil.or.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kearifan Lokal Gresik: Tantangan Pendidikan Kontekstual dan implikasinya dengan Pendidikan Karakter Istiqamah."}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/penerbit.sanabil.or.id\/#website","url":"https:\/\/penerbit.sanabil.or.id\/","name":"Penerbit Yayasan Sanabil Muslimin Indonesia","description":"Visi Kami &quot;Membangun Peradaban Melalui Publikasi&quot;","publisher":{"@id":"https:\/\/penerbit.sanabil.or.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/penerbit.sanabil.or.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/penerbit.sanabil.or.id\/#organization","name":"Penerbit Yayasan Sanabil Muslimin Indonesia","url":"https:\/\/penerbit.sanabil.or.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/penerbit.sanabil.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/penerbit.sanabil.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/cropped-LOGO-2-1.png","contentUrl":"https:\/\/penerbit.sanabil.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/cropped-LOGO-2-1.png","width":50,"height":50,"caption":"Penerbit Yayasan Sanabil Muslimin Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/penerbit.sanabil.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/penerbit.sanabil.or.id\/#\/schema\/person\/2c416ac56103ce0a1f4ac6ce0281258d","name":"admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/penerbit.sanabil.or.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/f4f5b8ed4e54bd717c0981864d4381525a84363d406a2d601b5e512ccd40f950?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/f4f5b8ed4e54bd717c0981864d4381525a84363d406a2d601b5e512ccd40f950?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin"},"description":"RF","sameAs":["https:\/\/penerbit.sanabil.or.id"],"url":"https:\/\/penerbit.sanabil.or.id\/?author=1"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/penerbit.sanabil.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/620","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/penerbit.sanabil.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/penerbit.sanabil.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/penerbit.sanabil.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/penerbit.sanabil.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=620"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/penerbit.sanabil.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/620\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":624,"href":"https:\/\/penerbit.sanabil.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/620\/revisions\/624"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/penerbit.sanabil.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=620"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/penerbit.sanabil.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=620"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/penerbit.sanabil.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=620"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}