Ketetapan – Ketetapan Maslahat Dalam Syariat Islam (ضوابط المصلحة في الشريعة الإسلامية)

Judul : Ketetapan – Ketetapan Maslahat Dalam Syariat Islam ( ضوابط المصلحة في الشريعة الإسلامية )
Penulis : Dr. Abd. Rohim, MM.
Editor : –
Tebal halaman : 125 Halaman
ukuran buku : 15,5 x 23 cm
ISBN : (Masih dalam Proses)
Harga : Rp. 85.000,00
Pemesanan buku : WhatApp : +62821-2420-0294

Sinopsis

Sejarah panjang umat Islam yang telah berlangsung lebih dari 14 abad menjadi bukti nyata keagungan agama Islam. Ketika manusia menerima dan mengamalkan ajaran serta nilai-nilai mulia Islam, mereka tumbuh menjadi bangsa terbaik di muka bumi. Namun, ketika mereka menjauh dari ajaran tersebut, perpecahan, penjajahan, dan penderitaan pun menimpa mereka — terutama dalam beberapa abad terakhir. Sungguh, telah jelas bagi kita bahwa Islam diturunkan oleh Allah sebagai rahmat bagi seluruh alam.

Salah satu keajaiban Islam yang tidak dimiliki agama lain adalah kemampuannya menjawab berbagai tuntutan dan persoalan kehidupan, sejak masa kerasulan hingga akhir zaman. Menakjubkannya, dua sumber utama Islam — Al-Qur’an dan Sunnah — yang diturunkan hanya dalam kurun waktu 23 tahun di masa Rasulullah ﷺ, mampu mengatur seluruh aspek kehidupan manusia, bahkan hingga era revolusi ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini. Keduanya akan senantiasa relevan dan menjadi pedoman dalam memecahkan persoalan kehidupan hingga Hari Kiamat.

Keabadian ajaran Islam ini bersandar pada dua hal utama.

Pertama, Islam merupakan agama yang benar, diturunkan oleh Allah untuk seluruh umat manusia dan berlaku di setiap tempat dan zaman.

Kedua, dalam hal-hal yang dapat berubah sesuai waktu dan situasi, Islam membawa prinsip-prinsip umum yang luhur dan bermartabat. Prinsip-prinsip ini memberi ruang bagi perkembangan tanpa melepaskan diri dari nilai-nilai dasar yang telah ditetapkan sejak awal. Tujuannya adalah untuk menjaga kemaslahatan manusia, terutama lima hal pokok: agama (sebagai sistem kehidupan), jiwa, akal, keturunan, dan harta.

Konsep agung inilah yang dikaji secara mendalam oleh Dr. Abd. Rohim dalam karyanya yang berjudul: “Ketetapan-Ketetapan Maslahat dalam Syariat Islam.”

Pendidikan Bahasa Arab Kontemporer

Judul : Pendidikan Bahasa Arab Kontemporer
Penulis : Nurman Ardiansyah, B.A., M.Pd; Umma Fatayati, S.Pd.I., M.Pd; Dr. Budiansyah. M.A; Dian Abdillah, M.Pd; Dr. Umi Hanifah, M.Pd.I; Muhammad Khanif, M.Pd; Abdal Chaqil Harimi, M.Pd.I; Lalu Agus Pujiartha, MA., Ph.D; Dr. Rizal Firdaus, M.Pd.I; Andri Setiadi, M.Pd; Dr. Fatchiatuzahro, M.Pd.I; Achmad Farouq Abdullah, M.Pd.I; Tutik Lestari, S.Si., M.Kom
Editor : Dr. Rizal Firdaus, M.Pd.I
Tebal halaman : 232 Halaman
ukuran buku : 15,5 x 23 cm
ISBN :  9786340463941
Harga : Rp. 85.000,00
Pemesanan buku : WhatApp : 085718631804

Sinopsis :
Buku Pendidikan Bahasa Arab Kontemporer menyajikan gambaran komprehensif mengenai perkembangan, dinamika, serta arah strategis pendidikan bahasa Arab di Indonesia dalam konteks global dan digital abad ke-21. Disusun oleh para akademisi dan praktisi, buku ini memetakan bagaimana pembelajaran bahasa Arab bergerak dari model tradisional berbasis filologi menuju pendekatan modern yang komunikatif, kontekstual, dan berorientasi kompetensi. Perubahan tersebut tidak hanya didorong oleh tuntutan kurikulum nasional, tetapi juga oleh kebutuhan global akan literasi bahasa Arab dalam ranah keilmuan, profesional, budaya, dan diplomasi.

Bagian awal buku mengulas akar historis pendidikan bahasa Arab di Indonesia yang bermula dari tradisi pesantren. Pengajaran berbasis kitab kuning dan metode sorogan–bandongan telah memberikan fondasi kuat dalam penguasaan struktur bahasa, namun memiliki keterbatasan pada aspek komunikatif. Modernisasi pendidikan Islam pada awal abad ke-20 menghadirkan kurikulum klasikal, sistem pembelajaran terstruktur, dan orientasi baru yang menempatkan bahasa Arab tidak hanya sebagai bahasa agama, tetapi juga sebagai bahasa ilmu dan komunikasi. Transformasi ini berlanjut pada era Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka, yang menuntut pembelajaran berpusat pada peserta didik, berbasis kompetensi, serta selaras dengan kebutuhan zaman.

Buku ini menegaskan bahwa tujuan pembelajaran bahasa Arab kini melampaui penguasaan kaidah—ia mencakup kemampuan memahami teks keagamaan, literasi ilmiah, kecakapan berbicara dalam konteks profesional, hingga kesadaran budaya dan komunikasi antarbangsa. Karena itu, strategi pengajaran harus memadukan latihan bentuk (struktur bahasa) dan latihan fungsi (penggunaan nyata dalam komunikasi). Guru berperan sebagai fasilitator dan desainer pengalaman belajar, dengan tugas memilih materi autentik, menyusun aktivitas komunikatif, dan menciptakan lingkungan belajar yang mendorong interaksi.

Salah satu kontribusi penting buku ini adalah gagasan integrasi pendidikan karakter ke dalam pembelajaran bahasa Arab. Melalui model Integrative Character-Based Language Learning, buku ini menunjukkan bagaimana nilai-nilai moral dan spiritual dapat diinternalisasikan melalui pemilihan teks, metode interaksi, serta evaluasi sikap. Pembelajaran bahasa menjadi sarana membentuk akhlak dan kesantunan berbahasa, selaras dengan nilai-nilai Islam.

Buku ini juga memaparkan perkembangan media dan teknologi dalam pembelajaran bahasa Arab. Evolusi dari media tradisional menuju teknologi digital—mulai dari e-learning, multimedia, platform interaktif, hingga aplikasi berbasis AI—membuka kesempatan untuk menciptakan pembelajaran yang lebih adaptif, menarik, dan personal. Namun digitalisasi tetap diingatkan harus dikelola secara etis, humanis, dan berbasis adab agar tidak menggeser nilai-nilai pendidikan.

Beberapa bab penting lainnya membahas Arabic for Specific Purposes (ASP) dan Arabic for Social-Cultural Purposes (ASCP), yaitu pembelajaran bahasa Arab untuk tujuan profesional dan budaya. Keduanya menuntut analisis kebutuhan yang presisi, bahan ajar autentik, dan kompetensi guru yang relevan dengan bidang kerja tertentu.

Pada akhirnya, buku ini menekankan pentingnya profesionalisme guru sebagai kunci kualitas pendidikan bahasa Arab. Penguasaan linguistik, pedagogi modern, dan literasi teknologi menjadi kompetensi wajib dalam menghadapi tantangan era digital. Dengan pembaruan kurikulum, inovasi metode, dan peningkatan kapasitas guru, pendidikan bahasa Arab di Indonesia memiliki peluang besar untuk melahirkan generasi pembelajar yang komunikatif, berkarakter, dan berdaya saing global.